www.justbeenpaid.com

banner

Kamis, 26 Juli 2012

Nomor 22 Sudah Disiapkan Milan Untuk Kaka'


Milan telah merilis nomor punggung anggota skuat saat ini untuk 2012/13. Menariknya, jersey bernomor 22 yang biasa dipakai Kaka sebelum hengkang dibiarkan lowong.

Apa hubungan antara rilis resmi AC Milan untuk nomor punggung anggota skuat musim 2012/13 dengan probabilitas kembalinya Ricardo Kaka ke San Siro?

Well, bisa jadi sangat erat karena Milan “sengaja” membiarkan nomor 22 lowong. Seperti diketahui, seragam itu pernah menjadi milik Kaka saat memperkuat Si Merah-Hitam selama enam tahun (2003-09) sebelum ia hijrah ke Real Madrid.

Keputusan Il Diavoli tersebut tentunya kian mengencangkan spekulasi kepulangan playmaker 30 tahun asal Brasil itu. Milan belakangan memang santer disebut berencana merekrut kembali Kaka dari Santiago Bernabeu, kemungkinan besar dengan status pinjaman.

Antonio Nocerino, pengguna jersey Milan nomor 22 pada 2011/12, akan mewarisi nomor 8 kepunyaan Gennaro Gattuso untuk musim mendatang.

Sedangkan seragam bernomor punggung 13 (musim lalu dipakai Alessandro Nesta) diberikan kepada Francesco Acerbi, nomor 10 (Clarence Seedorf) berpindah ke tangan Kevin-Prince Boateng, nomor 9 (Filippo Inzaghi) menjadi milik Alexandre Pato, dan nomor 18 (Alberto Aquilani) diserahkan kepada Riccardo Montolivo.

Sementara jersey nomor 11 yang ditinggalkan Zlatan Ibrahimovic sementara ini belum berpenghuni. Pun dengan angka 33 yang identik dengan Thiago Silva.

Berikut nomor punggung anggota skuat Milan saat ini untuk 2012/13:
1 Marco Amelia, 2 Mattia De Sciglio, 4 Sulley Muntari, 5 Philippe Mexes, 8 Antonio Nocerino, 9 Alexandre Pato, 10 Kevin Prince Boateng, 12 Bakaye Traore, 13 Francesco Acerbi, 14 Rodney Strasser, 15 Djamel Mesbah, 16 Mathieu Flamini, 18 Riccardo Montolivo, 20 Ignazio Abate, 21 Kevin Constant, 23 Massimo Ambrosini, 25 Daniele Bonera, 28 Urby Emanuelson, 32 Christian Abbiati, 59 Gabriel, 70 Robinho, 76 Mario Yepes, 77 Luca Antonini, 92 Stephan El Shaarawy, 99 Antonio Cassano.

Milan Hanya Ingin Pinjam Kaka'


AC Milan berharap Real Madrid bersedia melepas Kaka dengan status pinjaman dan tanpa kompensasi.

AC Milan berharap dapat merekrut Kaka dengan status pinjaman selama satu musim penuh agar tidak perlu membayar ke Real Madrid, seperti yang dikabarkan oleh La Gazzetta dello Sport

CEO Milan Adriano Galliani telah mengisyaratkan untuk mencoba memboyong Kaka awal pekan ini, dan agen pemain Brasil tersebut juga telah membenarkan bahwa telah terjadi diskusi.

Namun demikian, Milan hanya dapat memboyong pemain berusia 30 tahun tersebut dengan 'bantuan' Real Madrid, karena Rossoneri hanya bersedia membayar setengah gaji Kaka, atau sebesar €5 juta [gaji Kaka di Real Madrid sebesar €10 juta pertahun].

Dikabarkan, Madrid telah memasang banderol sebesar €25 juta untuk Kaka, tetapi klub raksasa Italia tersebut tidak memiliki keinginan untuk menebus dengan dana sebesar itu, mengingat situasi finansial yang mereka alami.

Sebaliknya, Milan berharap Los Blancos bersedia meminjamkan Kaka tanpa kompensasi, di mana mereka juga membayar 50 persen dari gajinya sekarang.

Galliani diperkirakan akan segera menentukan waktu untuk berdiskusi dengan presiden Madrid Florentino Perez, untuk melihat kemungkinan bisa tidaknya mereka mendapatkan kembali mantan playmaker Milan tersebut.

Rabu, 25 Juli 2012

Emanuelson: AC Milan Perlu Contoh Borussia Dortmund



Die Borussen adalah bukti nyata tim yang mampu merengkuh sukses dengan barisan pemain muda sebagai andalan.

Guna mengakali kepergian Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic ke Paris Saint-Germain, salah satu opsi terbaik dan yang amat mungkin dipakai AC Milan, mengingat bujet transfer mereka terbilang tipis, adalah menyandarkan asa pada para pemain muda.

Untuk pilihan tersebut, gelandang serbabisa Urby Emanuelson bilang I Rossoneri dapat menjadikan Borussia Dortmund sebagai panutan. Ya, Die Scwharzgelben merupakan bukti nyata sebuah tim yang mampu merengkuh sukses dengan barisan youngster sebagai andalan.
Setelah menjuarai Bundesliga 2010/11, skuat asuhan Jurgen Klopp mencatat prestasi lebih apik dengan merengkuh gelar ganda Deutscher Meister plus DFB-Pokal musim 2011/12 kemarin.

“Anda bisa melihat bahwa gaji mulai menjadi masalah di Italia. Fans jelas gelisah menyikapi kepergian para pemain baru-baru ini, tapi saya tahu bahwa klub sedang bekerja keras untuk menemukan pengganti,” ucap Emanuelson kepada GOAL.com.

“Mungkin Borussia Dortmund bisa menjadi contoh. Saat ini kami memiliki sejumlah pemain muda bertalenta, dan bermain dengan banyak pergerakan dan dinamisme,” kata pemain yang mencetak gol tunggal ke gawang Schalke 04 dalam uji coba Selasa (24/7) kemarin itu.

“Sekarang ada atmosfer yang benar-benar berbeda dalam tim. Bintang-bintang besar pergi, dan saya tak hanya membicarakan tentang Ibrahimovic dan Thiago Silva, tapi juga menyangkut Clarence Seedorf dan Gennaro Gattuso.”

“Kami memiliki tim muda yang tengah berkembang bersama-sama,” tandas pesepakbola 26 tahun asal Belanda itu.

Agen: Kaka’ Sedang Negosiasi Dengan Milan


Agen Kaka membenarkan adanya pertemuan dengan AC Milan untuk membicarakan kemungkinan transfer.

Agen Gaetano Paolillo mengakui pertemuan dengan AC Milan untuk membahas kemungkinan transfer kliennya, Kaka.

Kaka meninggalkan Milan ke Real Madrid tiga tahun lalu, tapi kariernya di Santiago Bernabeu tak pernah mampu menyamai pencapaian di San Siro. Dikabarkan pula pelatih Jose Mourinho tak lagi membutuhkan jasa Kaka musim mendatang sehingga tak segan melepas sang pemain jika menerima tawaran yang menarik.

"Ya, kami membicarakan tentangnya, tapi saya tidak bisa menambahkan keterangan apapun sampai saat ini," ungkap Paolillo kepada Sky Sport Italia.


Madrid mengeluarkan €70 juta saat memboyong Kaka. Penampilan Kaka bersama Si Putih lebih banyak dilanda masalah cedera sampai akhirnya Madrid mendatangkan Mesut Ozil dua tahun lalu. Ozil kini menjadi gelandang serang andalan Madrid sehingga Kaka lebih banyak berada di bangku cadangan.

Selain Milan, Kaka juga dikaitkan dengan Paris Saint-Germain dan Sao Paulo.

AC Milan Capai Kesepakatan Personal Dengan Mapou Yanga-Mbiwa


Harian Prancis, L’Equipe, mengabarkan AC Milan sudah mengamankan kesepakatan personal dengan palang pintu Montpellier, Mapou Yanga-Mbiwa.

Pemain 23 tahun yang sempat masuk seleksi awal Les Blues menuju Euro 2012 namun gagal menembus skuat final itu diyakini telah mengiyakan tawaran kontrak berdurasi lima tahun dariIl Diavoli.

Dalam kesepakatan itu, Yanga-Mbiwa, yang diproyeksikan Milan sebagai suksesor Thiago Silva, akan menerima bayaran €1,5 juta pada musim pertama, dan angkat terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Bagaimanapun, kubu Milanello tentunya tak dapat meresmikan transfer ini sebelum mendapat persetujuan dari Montpellier selaku klub pemilik Yanga-Mbiwa.

Untuk itu, I Rossoneri disebut L’Equipe telah maju dengan proposal penawaran senilai €6,5 juta. Tapi, kendati kontrak sang pemain di Stade de la Mosson tinggal tersisa setahun lagi, Montpeliier diyakini enggan melepasnya dengan harga rendah. Tawaran perdana Milan besar kemungkinan bakal ditolak.

Sabtu, 21 April 2012

Leo Messi. Ballon D’or 2010. Pantaskah ?


Sejak tahun 1956 hingga tahun 2009, Eropa punya event khusus untuk memberi penghargaan pada pemain yang mereka anggap punya performa terbaik. Event yang digagas oleh majalah France Football tersebut di beri nama Ballon d’Or. Namun mulai tahun 2010 event tersebut digabungkan dengan pemilihan pemain terbaik dunia milik FIFA, yang kemudian memunculkan nama baru FIFA Ballon d’Or.

Pemenang edisi perdana FIFA Ballon d’Or adalah Lionel Messi striker lincah asal Argentina yang memenangi polling dari pelatih, kapten dan wartawan olahraga dari seluruh dunia mengungguli Xavi Hernandrez atau Andres Iniesta. Meskipun gelar itu sendiri mengundang banyak pertanyaan karena banyak anggapan bahwa Messi tak akan hebat jika tidak didukung oleh Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Anggapan itu memang tidak bisa disalahkan karena pada kenyataannya, tanpa kedua sosok tersebut “Sang Messiah” tidak mampu memberikan performa ciamik kepada tim tango pada Copa America lalu layaknya Messi bermain di Barcelona. Pun ketika membela panji Argentina di World Cup 2010. Tim tango tak kuasa menahan gempuran pasukan muda Timnas Jerman asuhan Joachim Loew.

Lalu pertanyaannya adalah, sama seperti judul artikel di atas, “Messi si peraih Ballon D’or 2010, pantaskah ?”. Saya ingin mereview kembali perjalanan selama kompetisi musim 2009-2010. Kita mulai dari ajang domestik di tiga liga top eropa yakni, Barclays Premier League(Inggris), Liga BBVA(Spanyol), dan Lega Calcio Serie A(Italia). Di Inggris keluar sebagai jawara adalah klub milik taipan Russia, Roman Abramovich, The Blues Chelsea, dengan sosok sentralnya kala itu Didier Drogba. Sementara striker milik Manchester United, Wayne Rooney, dinobatkan sebagai pemain terbaik BPL musim itu.

Beralih ke Spanyol, Barcelona masih mendominasi La Liga musim 2009-2010 dengan memuncaki klasemen akhir sekaligus mengantarkan nama sang maestro Lionel Messi sebagai pemaik terbaik Liga Spanyol 2009-2010. Sementara di Italia, Inter Milan masih belum terbantahkan sebagai Raja Italia dengan meraih double winner. Tim besutan pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, sukses merengkuh gelar scudetto Serie A dan Coppa Italia. Hegemoni Inter di serie A dipertegas dengan terpilihnya Diego Milito sebagai pemain terbaik serie A 2009-2010.

Sekarang kita naik ke level yang lebih tinggi yaitu kancah UEFA Champions League 2009-2010. Pada musim itu, keluar sebagai Raja Eropa adalah tim besutan The Special One, La Beneamata, Inter Milan. Di partai pamungkas, Inter memupus ambisi tim asal Bavaria, FC Bayern Munich dengan skor 2-0. Dua gol Diego Milito ke gawang FC Hollywood, antar klubnya raih gelar Liga Champions sekaligus membuat namanya tercatat sebagai pemain terbaik UEFA Champions League 2009-2010. Sejauh ini Diego Milito mengungguli raihan trofi milik Lionel Messi. Kemudian di level yang lebih tinggi lagi, yaitu event sepak bola terakbar di kolong jagad, FIFA World Cup 2010 di Afrika Selatan. Tiga tim eropa mendominasi babak puncak Piala Dunia 2010 dan hanya menyisakan satu tempat bagi tim asal Amerika Latin, mereka adalah Belanda, Jerman, Spanyol, dan Uruguay. Tim matador Spanyol, akhirnya keluar sebagai Juara Dunia setelah mengalahkan impian Belanda di partai final dalam laga sengit yang berakhir dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan Spanyol dicetak gelandang cerdas milik El Azulgrana, Andres Iniesta.

Dari pemaparan singkat mengenai jalannya musim kompetisi 2009-2010 mulai dari level domestik hingga level dunia, ada beberapa nama yang keluar sebagai pahlawan timnya masing-masing. Mereka adalah Andres Iniesta(Spanyol), Wesley Sneijder(Belanda), Lionel Messi(Barcelona), Wayne Rooney(Manchester Utd), Didier Drogba(Chelsea), dan Diego Milito(Inter Milan). Nama terakhir bahkan mengoleksi trofi paling banyak yakni Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia.

Prediksi saya sebelum nama peraih FIFA Ballon D’or diumumkan adalah Diego Milito. Mengingat beberapa musim sebelumnya prediksi saya tidak pernah meleset, yakni Lionel Messi(2009), CR7(2008), Kaka’(2007) dan Ronaldinho(2005) hanya pada musim 2006 saja prediksi saya meleset. Dasar berpikir saya cukup kuat menempatkan Diego Milito sebagai calon peraih Ballon D’or 2010, yaitu mengantar Inter Milan juara Liga Champions sekaligus treble winner. Sebagai penguat asumsi saya itu, para pemenang penghargaan tersebut juga meraih gelar yang sama saat merebut gelar Ballon D ‘or. Ricardo Kaka’ meraih Ballon D’or setelah membawa AC Milan juara UCL 2007 dan Piala Dunia Antar Klub. Begitu juga Cristiano Ronaldo, sukses mengantar MU menjadi jawara Eropa 2007-2008 sementara Messi membuat dinasti baru Barcelona bersama Pep Guardiola di musim 2008-2009.

Lalu mengapa pada musim 2010 semuanya menjadi tidak biasa ? Messi yang hanya memenangkan satu trofi bersama Barcelona dan itu pun hanya dalam kancah domestik justru menjadi peraih Ballon D’or 2010. Pertanyaannya, Pantaskah ?

Minggu, 01 April 2012

Lagi, Wasit Rugikan AC Milan

Duo bintang AC Milan Maxi Lopez dan Alberto Aquilani mengeluarkan pendapat yang sama terkait hasil imbang 1-1 yang diraih Rossoneri di kandang Catania pada lanjutan Serie A Italia, (1/4) dinihari WIB.

Kedua pemain itu mengkritisi kinerja wasit Bergonzi karena tidak mengesahkan gol yang cetak Robinho di babak kedua. Lopez dan Aquilani mengklaim bola olahan Robinho telah melewati garis gawang.

"Kami tahu pertandingan melawan Catania akan berjalan ketat," buka Aquilani pada Sky Sports.

"Tetapi untuk kali kedua musim ini keputusan wasit sangat merugikan tim, saya harap tidak akan terulang lagi."

Komentar Aquilani diamini oleh rekan satu timnya, Maxi Lopez.

"Saya telah mencoba mencari celah untuk mencetak gol, tetapi saya memasuki lapangan saat pertandingan akan berakhir. Satu poin memang bukan hasil terbaik, tetapi tim harus menatap pertandingan di depan." kata Lopez.

"Gol Robinho? Untuk kali kedua wasit gagal mengesahkan gol kami. Milan gagal menambah jarak dengan Juventus, perburusan Scudetto kembali memanas."

Lopez kemudian ditanya perasaannya karena harus menghadapi klub yang pernah dibelanya.

"Catania? Selalu menyenangkan bisa kembali ke sini dan bermain di sebuah partai seru. Mencetak gol di Camp Nou? Semoga saja, Milan akan bersikap tepat sebelum bertanding di sana." tegasnya.