Sejak tahun 1956 hingga tahun 2009, Eropa punya event khusus untuk
memberi penghargaan pada pemain yang mereka anggap punya performa terbaik.
Event yang digagas oleh majalah France Football tersebut di beri nama Ballon d’Or.
Namun mulai tahun 2010 event tersebut digabungkan dengan pemilihan pemain
terbaik dunia milik FIFA, yang kemudian memunculkan nama baru FIFA Ballon d’Or.
Pemenang edisi perdana FIFA Ballon d’Or adalah Lionel Messi striker
lincah asal Argentina yang memenangi polling dari pelatih, kapten dan wartawan
olahraga dari seluruh dunia mengungguli Xavi Hernandrez atau Andres Iniesta. Meskipun
gelar itu sendiri mengundang banyak pertanyaan karena banyak anggapan bahwa Messi
tak akan hebat jika tidak didukung oleh Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.
Anggapan itu memang tidak bisa disalahkan karena pada kenyataannya, tanpa kedua
sosok tersebut “Sang Messiah” tidak mampu memberikan performa ciamik kepada tim
tango pada Copa America lalu layaknya Messi bermain di Barcelona. Pun ketika
membela panji Argentina di World Cup 2010. Tim tango tak kuasa menahan gempuran
pasukan muda Timnas Jerman asuhan Joachim Loew.
Lalu pertanyaannya adalah, sama seperti judul artikel di atas, “Messi
si peraih Ballon D’or 2010, pantaskah ?”. Saya ingin mereview kembali
perjalanan selama kompetisi musim 2009-2010. Kita mulai dari ajang domestik di
tiga liga top eropa yakni, Barclays Premier League(Inggris), Liga BBVA(Spanyol),
dan Lega Calcio Serie A(Italia). Di Inggris keluar sebagai jawara adalah klub
milik taipan Russia, Roman Abramovich, The
Blues Chelsea, dengan sosok sentralnya kala itu Didier Drogba. Sementara
striker milik Manchester United, Wayne Rooney, dinobatkan sebagai pemain
terbaik BPL musim itu.
Beralih ke Spanyol, Barcelona masih mendominasi La Liga musim
2009-2010 dengan memuncaki klasemen akhir sekaligus mengantarkan nama sang
maestro Lionel Messi sebagai pemaik terbaik Liga Spanyol 2009-2010. Sementara
di Italia, Inter Milan masih belum terbantahkan sebagai Raja Italia dengan
meraih double winner. Tim besutan pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, sukses
merengkuh gelar scudetto Serie A dan Coppa Italia. Hegemoni Inter di serie A
dipertegas dengan terpilihnya Diego Milito sebagai pemain terbaik serie A
2009-2010.
Sekarang kita naik ke level yang lebih tinggi yaitu kancah UEFA
Champions League 2009-2010. Pada musim itu, keluar sebagai Raja Eropa adalah
tim besutan The Special One, La
Beneamata, Inter Milan. Di partai pamungkas, Inter memupus ambisi tim asal
Bavaria, FC Bayern Munich dengan skor 2-0. Dua gol Diego Milito ke gawang FC
Hollywood, antar klubnya raih gelar Liga Champions sekaligus membuat namanya
tercatat sebagai pemain terbaik UEFA Champions League 2009-2010. Sejauh ini
Diego Milito mengungguli raihan trofi milik Lionel Messi. Kemudian di level
yang lebih tinggi lagi, yaitu event sepak bola terakbar di kolong jagad, FIFA
World Cup 2010 di Afrika Selatan. Tiga tim eropa mendominasi babak puncak Piala
Dunia 2010 dan hanya menyisakan satu tempat bagi tim asal Amerika Latin, mereka
adalah Belanda, Jerman, Spanyol, dan Uruguay. Tim matador Spanyol, akhirnya
keluar sebagai Juara Dunia setelah mengalahkan impian Belanda di partai final
dalam laga sengit yang berakhir dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan Spanyol
dicetak gelandang cerdas milik El Azulgrana, Andres Iniesta.
Dari pemaparan singkat mengenai jalannya musim kompetisi 2009-2010
mulai dari level domestik hingga level dunia, ada beberapa nama yang keluar
sebagai pahlawan timnya masing-masing. Mereka adalah Andres Iniesta(Spanyol),
Wesley Sneijder(Belanda), Lionel Messi(Barcelona), Wayne Rooney(Manchester
Utd), Didier Drogba(Chelsea), dan Diego Milito(Inter Milan). Nama terakhir
bahkan mengoleksi trofi paling banyak yakni Liga Champions, Serie A, dan Coppa
Italia.
Prediksi saya sebelum nama peraih FIFA Ballon D’or diumumkan adalah
Diego Milito. Mengingat beberapa musim sebelumnya prediksi saya tidak pernah
meleset, yakni Lionel Messi(2009), CR7(2008), Kaka’(2007) dan Ronaldinho(2005)
hanya pada musim 2006 saja prediksi saya meleset. Dasar berpikir saya cukup
kuat menempatkan Diego Milito sebagai calon peraih Ballon D’or 2010, yaitu
mengantar Inter Milan juara Liga Champions sekaligus treble winner. Sebagai
penguat asumsi saya itu, para pemenang penghargaan tersebut juga meraih gelar
yang sama saat merebut gelar Ballon D ‘or. Ricardo Kaka’ meraih Ballon D’or
setelah membawa AC Milan juara UCL 2007 dan Piala Dunia Antar Klub. Begitu juga
Cristiano Ronaldo, sukses mengantar MU menjadi jawara Eropa 2007-2008 sementara
Messi membuat dinasti baru Barcelona bersama Pep Guardiola di musim 2008-2009.
Lalu
mengapa pada musim 2010 semuanya menjadi tidak biasa ? Messi yang hanya
memenangkan satu trofi bersama Barcelona dan itu pun hanya dalam kancah
domestik justru menjadi peraih Ballon D’or 2010. Pertanyaannya, Pantaskah ?