www.justbeenpaid.com

banner

Sabtu, 21 April 2012

Leo Messi. Ballon D’or 2010. Pantaskah ?


Sejak tahun 1956 hingga tahun 2009, Eropa punya event khusus untuk memberi penghargaan pada pemain yang mereka anggap punya performa terbaik. Event yang digagas oleh majalah France Football tersebut di beri nama Ballon d’Or. Namun mulai tahun 2010 event tersebut digabungkan dengan pemilihan pemain terbaik dunia milik FIFA, yang kemudian memunculkan nama baru FIFA Ballon d’Or.

Pemenang edisi perdana FIFA Ballon d’Or adalah Lionel Messi striker lincah asal Argentina yang memenangi polling dari pelatih, kapten dan wartawan olahraga dari seluruh dunia mengungguli Xavi Hernandrez atau Andres Iniesta. Meskipun gelar itu sendiri mengundang banyak pertanyaan karena banyak anggapan bahwa Messi tak akan hebat jika tidak didukung oleh Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Anggapan itu memang tidak bisa disalahkan karena pada kenyataannya, tanpa kedua sosok tersebut “Sang Messiah” tidak mampu memberikan performa ciamik kepada tim tango pada Copa America lalu layaknya Messi bermain di Barcelona. Pun ketika membela panji Argentina di World Cup 2010. Tim tango tak kuasa menahan gempuran pasukan muda Timnas Jerman asuhan Joachim Loew.

Lalu pertanyaannya adalah, sama seperti judul artikel di atas, “Messi si peraih Ballon D’or 2010, pantaskah ?”. Saya ingin mereview kembali perjalanan selama kompetisi musim 2009-2010. Kita mulai dari ajang domestik di tiga liga top eropa yakni, Barclays Premier League(Inggris), Liga BBVA(Spanyol), dan Lega Calcio Serie A(Italia). Di Inggris keluar sebagai jawara adalah klub milik taipan Russia, Roman Abramovich, The Blues Chelsea, dengan sosok sentralnya kala itu Didier Drogba. Sementara striker milik Manchester United, Wayne Rooney, dinobatkan sebagai pemain terbaik BPL musim itu.

Beralih ke Spanyol, Barcelona masih mendominasi La Liga musim 2009-2010 dengan memuncaki klasemen akhir sekaligus mengantarkan nama sang maestro Lionel Messi sebagai pemaik terbaik Liga Spanyol 2009-2010. Sementara di Italia, Inter Milan masih belum terbantahkan sebagai Raja Italia dengan meraih double winner. Tim besutan pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, sukses merengkuh gelar scudetto Serie A dan Coppa Italia. Hegemoni Inter di serie A dipertegas dengan terpilihnya Diego Milito sebagai pemain terbaik serie A 2009-2010.

Sekarang kita naik ke level yang lebih tinggi yaitu kancah UEFA Champions League 2009-2010. Pada musim itu, keluar sebagai Raja Eropa adalah tim besutan The Special One, La Beneamata, Inter Milan. Di partai pamungkas, Inter memupus ambisi tim asal Bavaria, FC Bayern Munich dengan skor 2-0. Dua gol Diego Milito ke gawang FC Hollywood, antar klubnya raih gelar Liga Champions sekaligus membuat namanya tercatat sebagai pemain terbaik UEFA Champions League 2009-2010. Sejauh ini Diego Milito mengungguli raihan trofi milik Lionel Messi. Kemudian di level yang lebih tinggi lagi, yaitu event sepak bola terakbar di kolong jagad, FIFA World Cup 2010 di Afrika Selatan. Tiga tim eropa mendominasi babak puncak Piala Dunia 2010 dan hanya menyisakan satu tempat bagi tim asal Amerika Latin, mereka adalah Belanda, Jerman, Spanyol, dan Uruguay. Tim matador Spanyol, akhirnya keluar sebagai Juara Dunia setelah mengalahkan impian Belanda di partai final dalam laga sengit yang berakhir dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan Spanyol dicetak gelandang cerdas milik El Azulgrana, Andres Iniesta.

Dari pemaparan singkat mengenai jalannya musim kompetisi 2009-2010 mulai dari level domestik hingga level dunia, ada beberapa nama yang keluar sebagai pahlawan timnya masing-masing. Mereka adalah Andres Iniesta(Spanyol), Wesley Sneijder(Belanda), Lionel Messi(Barcelona), Wayne Rooney(Manchester Utd), Didier Drogba(Chelsea), dan Diego Milito(Inter Milan). Nama terakhir bahkan mengoleksi trofi paling banyak yakni Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia.

Prediksi saya sebelum nama peraih FIFA Ballon D’or diumumkan adalah Diego Milito. Mengingat beberapa musim sebelumnya prediksi saya tidak pernah meleset, yakni Lionel Messi(2009), CR7(2008), Kaka’(2007) dan Ronaldinho(2005) hanya pada musim 2006 saja prediksi saya meleset. Dasar berpikir saya cukup kuat menempatkan Diego Milito sebagai calon peraih Ballon D’or 2010, yaitu mengantar Inter Milan juara Liga Champions sekaligus treble winner. Sebagai penguat asumsi saya itu, para pemenang penghargaan tersebut juga meraih gelar yang sama saat merebut gelar Ballon D ‘or. Ricardo Kaka’ meraih Ballon D’or setelah membawa AC Milan juara UCL 2007 dan Piala Dunia Antar Klub. Begitu juga Cristiano Ronaldo, sukses mengantar MU menjadi jawara Eropa 2007-2008 sementara Messi membuat dinasti baru Barcelona bersama Pep Guardiola di musim 2008-2009.

Lalu mengapa pada musim 2010 semuanya menjadi tidak biasa ? Messi yang hanya memenangkan satu trofi bersama Barcelona dan itu pun hanya dalam kancah domestik justru menjadi peraih Ballon D’or 2010. Pertanyaannya, Pantaskah ?

Minggu, 01 April 2012

Lagi, Wasit Rugikan AC Milan

Duo bintang AC Milan Maxi Lopez dan Alberto Aquilani mengeluarkan pendapat yang sama terkait hasil imbang 1-1 yang diraih Rossoneri di kandang Catania pada lanjutan Serie A Italia, (1/4) dinihari WIB.

Kedua pemain itu mengkritisi kinerja wasit Bergonzi karena tidak mengesahkan gol yang cetak Robinho di babak kedua. Lopez dan Aquilani mengklaim bola olahan Robinho telah melewati garis gawang.

"Kami tahu pertandingan melawan Catania akan berjalan ketat," buka Aquilani pada Sky Sports.

"Tetapi untuk kali kedua musim ini keputusan wasit sangat merugikan tim, saya harap tidak akan terulang lagi."

Komentar Aquilani diamini oleh rekan satu timnya, Maxi Lopez.

"Saya telah mencoba mencari celah untuk mencetak gol, tetapi saya memasuki lapangan saat pertandingan akan berakhir. Satu poin memang bukan hasil terbaik, tetapi tim harus menatap pertandingan di depan." kata Lopez.

"Gol Robinho? Untuk kali kedua wasit gagal mengesahkan gol kami. Milan gagal menambah jarak dengan Juventus, perburusan Scudetto kembali memanas."

Lopez kemudian ditanya perasaannya karena harus menghadapi klub yang pernah dibelanya.

"Catania? Selalu menyenangkan bisa kembali ke sini dan bermain di sebuah partai seru. Mencetak gol di Camp Nou? Semoga saja, Milan akan bersikap tepat sebelum bertanding di sana." tegasnya.

Maxi Lopez Ingin Kontrak Permanen

Maxi Lopez yang dipinjam AC Milan dari Catania berharap dirinya akan dipermanenkan oleh pemuncak klasemen Seri A tersebut.

Meski hanya tampil tujuh kali untuk AC Milan dan mencetak dua gol, Lopez berharap Rossoneri akan menggunakan opsi beli yang mereka punya pada akhir musim.

"AC Milan sangat puas dengan penampilan Maxi Lopez setelah dia mencetak gol penting untuk klub itu," ujar agen Lopez, Andrea D'Amico kepada Radio Sportiva.

"Kembali ke Catania? Itu sangat mungkin karena dia memang pemain Catania. Namun, AC Milan memiliki opsi beli dan Maxi tengah berusaha keras untuk meyakinkan Direktur AC Milan untuk mempermanenkan dirinya pada musim depan," pungkas D'Amico.

Milan Tertahan Di Angelo Massimino

AC Milan gagal memetik poin penuh dari lawatannya ke kandang Catania. Sempat unggul lebih dulu, Rossoneri akhirnya harus pulang dengan hasil imbang 1-1.

Bertandang ke Stadion Angelo Massimino, Sabtu (31/3) malam WIB, Milan unggul lebih dulu di menit 34 lewat sepakan Robinho. Namun Nicolas Spolli membawa tuan rumah menyamakan kedudukan di babak kedua.

Hasil imbang ini masih belum menggoyahkan Milan dari puncak klasemen. Tim besutan Massimiliano Allegri itu kini mengoleksi 64 poin dan unggul lima poin dari Juventus yang baru akan bertanding Senin (2/4/2012) dinihari WIB.

Tambahan satu angka juga belum mengubah posisi Catania. Gli Elefanti duduk di posisi tujuh dengan jumlah poin 43.

Jalannya Pertandingan

Urby Emanuelson membuka peluang bagi Milan di menit kedelapan. Tapi sepakannya usai menerima umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic tepat mengarah ke Juan Pablo Carrizo.

Sepuluh menit kemudian Ibra mendapat peluang emas. Menerima bola lambung Massimo Ambrosini, Ibra melepaskan sepakan yang masih mampu dihalau oleh Carrizo.

Catania nyaris membuka keunggulan di menit 21. Menyambut umpan Marco Motta, Gonzalo Bergessio menyundul bola di depan gawang Christian Abbiati. Namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Gol!! Robinho memberi keunggulan bagi Milan di menit 34. Robinho mengirim bola pada Ibra. Lewat sebuah gerakan yang cepat, Robinho kembali mengambil bola sodoran Ibra dan kemudian melepaskan tembakan yang merobek gawang Carrizo.

Gomez!! Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti masih menerpa mistar gawang Abbiati.

Memasuki babak kedua, Catania langsung mengambil inisiatif serangan. Baru dua menit laga berjalan, Gomez menjebol gawang Abbiati. Namun gol Catania itu dianulir oleh wasit.

Hakim garis sudah lebih dulu mengangkat bendera. Gomez sudah terperangkap offside sebelum menerima umpan dari Bergessio.

Catania terus menekan untuk mencari gol penyeimbang. Di menit 51, Catania mendapat tendangan bebas. Tapi eksekusi Bergessio masih melebar.

Empat menit kemudian giliran Francesco Lodi yang memberi ancaman untuk Milan. Namun sepakan jarak jauhnya belum menemui sasaran.

Catania akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 57. Berawal dari sebuah sepak pojok, kemelut di depan gawang Abbiati mampu dimaksimalkan oleh Nicolas Spolli. Catania 1 - Milan 1.

Kontroversi kembali terjadi di menit 64. Robinho yang membawa bola ke dalam kotak penalti sudah mampu melewati Carrizo. Namun bola tembakannya masih mampu dihalau oleh Giovanni Marchese. Kubu Milan mengklaim bola sudah melewati garis gawang sebelum berhasil diamankan oleh Marchese.

Carrizo melakukan penyelamatan gemilang di menit 77. Sundulan keras Philippe Mexes menyambut sepak pojok mampu dihalau oleh Carrizo. Carrizo kemudian mengamankan bola sebelum jatuh ke kaki pemain Milan.

Sebuah serangan balik Milan di menit 80 mengancam gawang Catania. Tapi sepakan Ibra masih melebar di sisi kiri gawang Carrizo.

Peluang kembali dihadirkan oleh Ibra di ujung babak kedua. Tapi bola tembakannya masih mampu dihalau oleh Carrizo.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor imbang 1-1 tetap tak berubah. Milan harus puas pulang membawa 1 poin.