www.justbeenpaid.com

banner

Kamis, 26 Juli 2012

Nomor 22 Sudah Disiapkan Milan Untuk Kaka'


Milan telah merilis nomor punggung anggota skuat saat ini untuk 2012/13. Menariknya, jersey bernomor 22 yang biasa dipakai Kaka sebelum hengkang dibiarkan lowong.

Apa hubungan antara rilis resmi AC Milan untuk nomor punggung anggota skuat musim 2012/13 dengan probabilitas kembalinya Ricardo Kaka ke San Siro?

Well, bisa jadi sangat erat karena Milan “sengaja” membiarkan nomor 22 lowong. Seperti diketahui, seragam itu pernah menjadi milik Kaka saat memperkuat Si Merah-Hitam selama enam tahun (2003-09) sebelum ia hijrah ke Real Madrid.

Keputusan Il Diavoli tersebut tentunya kian mengencangkan spekulasi kepulangan playmaker 30 tahun asal Brasil itu. Milan belakangan memang santer disebut berencana merekrut kembali Kaka dari Santiago Bernabeu, kemungkinan besar dengan status pinjaman.

Antonio Nocerino, pengguna jersey Milan nomor 22 pada 2011/12, akan mewarisi nomor 8 kepunyaan Gennaro Gattuso untuk musim mendatang.

Sedangkan seragam bernomor punggung 13 (musim lalu dipakai Alessandro Nesta) diberikan kepada Francesco Acerbi, nomor 10 (Clarence Seedorf) berpindah ke tangan Kevin-Prince Boateng, nomor 9 (Filippo Inzaghi) menjadi milik Alexandre Pato, dan nomor 18 (Alberto Aquilani) diserahkan kepada Riccardo Montolivo.

Sementara jersey nomor 11 yang ditinggalkan Zlatan Ibrahimovic sementara ini belum berpenghuni. Pun dengan angka 33 yang identik dengan Thiago Silva.

Berikut nomor punggung anggota skuat Milan saat ini untuk 2012/13:
1 Marco Amelia, 2 Mattia De Sciglio, 4 Sulley Muntari, 5 Philippe Mexes, 8 Antonio Nocerino, 9 Alexandre Pato, 10 Kevin Prince Boateng, 12 Bakaye Traore, 13 Francesco Acerbi, 14 Rodney Strasser, 15 Djamel Mesbah, 16 Mathieu Flamini, 18 Riccardo Montolivo, 20 Ignazio Abate, 21 Kevin Constant, 23 Massimo Ambrosini, 25 Daniele Bonera, 28 Urby Emanuelson, 32 Christian Abbiati, 59 Gabriel, 70 Robinho, 76 Mario Yepes, 77 Luca Antonini, 92 Stephan El Shaarawy, 99 Antonio Cassano.

Milan Hanya Ingin Pinjam Kaka'


AC Milan berharap Real Madrid bersedia melepas Kaka dengan status pinjaman dan tanpa kompensasi.

AC Milan berharap dapat merekrut Kaka dengan status pinjaman selama satu musim penuh agar tidak perlu membayar ke Real Madrid, seperti yang dikabarkan oleh La Gazzetta dello Sport

CEO Milan Adriano Galliani telah mengisyaratkan untuk mencoba memboyong Kaka awal pekan ini, dan agen pemain Brasil tersebut juga telah membenarkan bahwa telah terjadi diskusi.

Namun demikian, Milan hanya dapat memboyong pemain berusia 30 tahun tersebut dengan 'bantuan' Real Madrid, karena Rossoneri hanya bersedia membayar setengah gaji Kaka, atau sebesar €5 juta [gaji Kaka di Real Madrid sebesar €10 juta pertahun].

Dikabarkan, Madrid telah memasang banderol sebesar €25 juta untuk Kaka, tetapi klub raksasa Italia tersebut tidak memiliki keinginan untuk menebus dengan dana sebesar itu, mengingat situasi finansial yang mereka alami.

Sebaliknya, Milan berharap Los Blancos bersedia meminjamkan Kaka tanpa kompensasi, di mana mereka juga membayar 50 persen dari gajinya sekarang.

Galliani diperkirakan akan segera menentukan waktu untuk berdiskusi dengan presiden Madrid Florentino Perez, untuk melihat kemungkinan bisa tidaknya mereka mendapatkan kembali mantan playmaker Milan tersebut.

Rabu, 25 Juli 2012

Emanuelson: AC Milan Perlu Contoh Borussia Dortmund



Die Borussen adalah bukti nyata tim yang mampu merengkuh sukses dengan barisan pemain muda sebagai andalan.

Guna mengakali kepergian Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic ke Paris Saint-Germain, salah satu opsi terbaik dan yang amat mungkin dipakai AC Milan, mengingat bujet transfer mereka terbilang tipis, adalah menyandarkan asa pada para pemain muda.

Untuk pilihan tersebut, gelandang serbabisa Urby Emanuelson bilang I Rossoneri dapat menjadikan Borussia Dortmund sebagai panutan. Ya, Die Scwharzgelben merupakan bukti nyata sebuah tim yang mampu merengkuh sukses dengan barisan youngster sebagai andalan.
Setelah menjuarai Bundesliga 2010/11, skuat asuhan Jurgen Klopp mencatat prestasi lebih apik dengan merengkuh gelar ganda Deutscher Meister plus DFB-Pokal musim 2011/12 kemarin.

“Anda bisa melihat bahwa gaji mulai menjadi masalah di Italia. Fans jelas gelisah menyikapi kepergian para pemain baru-baru ini, tapi saya tahu bahwa klub sedang bekerja keras untuk menemukan pengganti,” ucap Emanuelson kepada GOAL.com.

“Mungkin Borussia Dortmund bisa menjadi contoh. Saat ini kami memiliki sejumlah pemain muda bertalenta, dan bermain dengan banyak pergerakan dan dinamisme,” kata pemain yang mencetak gol tunggal ke gawang Schalke 04 dalam uji coba Selasa (24/7) kemarin itu.

“Sekarang ada atmosfer yang benar-benar berbeda dalam tim. Bintang-bintang besar pergi, dan saya tak hanya membicarakan tentang Ibrahimovic dan Thiago Silva, tapi juga menyangkut Clarence Seedorf dan Gennaro Gattuso.”

“Kami memiliki tim muda yang tengah berkembang bersama-sama,” tandas pesepakbola 26 tahun asal Belanda itu.

Agen: Kaka’ Sedang Negosiasi Dengan Milan


Agen Kaka membenarkan adanya pertemuan dengan AC Milan untuk membicarakan kemungkinan transfer.

Agen Gaetano Paolillo mengakui pertemuan dengan AC Milan untuk membahas kemungkinan transfer kliennya, Kaka.

Kaka meninggalkan Milan ke Real Madrid tiga tahun lalu, tapi kariernya di Santiago Bernabeu tak pernah mampu menyamai pencapaian di San Siro. Dikabarkan pula pelatih Jose Mourinho tak lagi membutuhkan jasa Kaka musim mendatang sehingga tak segan melepas sang pemain jika menerima tawaran yang menarik.

"Ya, kami membicarakan tentangnya, tapi saya tidak bisa menambahkan keterangan apapun sampai saat ini," ungkap Paolillo kepada Sky Sport Italia.


Madrid mengeluarkan €70 juta saat memboyong Kaka. Penampilan Kaka bersama Si Putih lebih banyak dilanda masalah cedera sampai akhirnya Madrid mendatangkan Mesut Ozil dua tahun lalu. Ozil kini menjadi gelandang serang andalan Madrid sehingga Kaka lebih banyak berada di bangku cadangan.

Selain Milan, Kaka juga dikaitkan dengan Paris Saint-Germain dan Sao Paulo.

AC Milan Capai Kesepakatan Personal Dengan Mapou Yanga-Mbiwa


Harian Prancis, L’Equipe, mengabarkan AC Milan sudah mengamankan kesepakatan personal dengan palang pintu Montpellier, Mapou Yanga-Mbiwa.

Pemain 23 tahun yang sempat masuk seleksi awal Les Blues menuju Euro 2012 namun gagal menembus skuat final itu diyakini telah mengiyakan tawaran kontrak berdurasi lima tahun dariIl Diavoli.

Dalam kesepakatan itu, Yanga-Mbiwa, yang diproyeksikan Milan sebagai suksesor Thiago Silva, akan menerima bayaran €1,5 juta pada musim pertama, dan angkat terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

Bagaimanapun, kubu Milanello tentunya tak dapat meresmikan transfer ini sebelum mendapat persetujuan dari Montpellier selaku klub pemilik Yanga-Mbiwa.

Untuk itu, I Rossoneri disebut L’Equipe telah maju dengan proposal penawaran senilai €6,5 juta. Tapi, kendati kontrak sang pemain di Stade de la Mosson tinggal tersisa setahun lagi, Montpeliier diyakini enggan melepasnya dengan harga rendah. Tawaran perdana Milan besar kemungkinan bakal ditolak.

Sabtu, 21 April 2012

Leo Messi. Ballon D’or 2010. Pantaskah ?


Sejak tahun 1956 hingga tahun 2009, Eropa punya event khusus untuk memberi penghargaan pada pemain yang mereka anggap punya performa terbaik. Event yang digagas oleh majalah France Football tersebut di beri nama Ballon d’Or. Namun mulai tahun 2010 event tersebut digabungkan dengan pemilihan pemain terbaik dunia milik FIFA, yang kemudian memunculkan nama baru FIFA Ballon d’Or.

Pemenang edisi perdana FIFA Ballon d’Or adalah Lionel Messi striker lincah asal Argentina yang memenangi polling dari pelatih, kapten dan wartawan olahraga dari seluruh dunia mengungguli Xavi Hernandrez atau Andres Iniesta. Meskipun gelar itu sendiri mengundang banyak pertanyaan karena banyak anggapan bahwa Messi tak akan hebat jika tidak didukung oleh Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Anggapan itu memang tidak bisa disalahkan karena pada kenyataannya, tanpa kedua sosok tersebut “Sang Messiah” tidak mampu memberikan performa ciamik kepada tim tango pada Copa America lalu layaknya Messi bermain di Barcelona. Pun ketika membela panji Argentina di World Cup 2010. Tim tango tak kuasa menahan gempuran pasukan muda Timnas Jerman asuhan Joachim Loew.

Lalu pertanyaannya adalah, sama seperti judul artikel di atas, “Messi si peraih Ballon D’or 2010, pantaskah ?”. Saya ingin mereview kembali perjalanan selama kompetisi musim 2009-2010. Kita mulai dari ajang domestik di tiga liga top eropa yakni, Barclays Premier League(Inggris), Liga BBVA(Spanyol), dan Lega Calcio Serie A(Italia). Di Inggris keluar sebagai jawara adalah klub milik taipan Russia, Roman Abramovich, The Blues Chelsea, dengan sosok sentralnya kala itu Didier Drogba. Sementara striker milik Manchester United, Wayne Rooney, dinobatkan sebagai pemain terbaik BPL musim itu.

Beralih ke Spanyol, Barcelona masih mendominasi La Liga musim 2009-2010 dengan memuncaki klasemen akhir sekaligus mengantarkan nama sang maestro Lionel Messi sebagai pemaik terbaik Liga Spanyol 2009-2010. Sementara di Italia, Inter Milan masih belum terbantahkan sebagai Raja Italia dengan meraih double winner. Tim besutan pelatih asal Portugal, Jose Mourinho, sukses merengkuh gelar scudetto Serie A dan Coppa Italia. Hegemoni Inter di serie A dipertegas dengan terpilihnya Diego Milito sebagai pemain terbaik serie A 2009-2010.

Sekarang kita naik ke level yang lebih tinggi yaitu kancah UEFA Champions League 2009-2010. Pada musim itu, keluar sebagai Raja Eropa adalah tim besutan The Special One, La Beneamata, Inter Milan. Di partai pamungkas, Inter memupus ambisi tim asal Bavaria, FC Bayern Munich dengan skor 2-0. Dua gol Diego Milito ke gawang FC Hollywood, antar klubnya raih gelar Liga Champions sekaligus membuat namanya tercatat sebagai pemain terbaik UEFA Champions League 2009-2010. Sejauh ini Diego Milito mengungguli raihan trofi milik Lionel Messi. Kemudian di level yang lebih tinggi lagi, yaitu event sepak bola terakbar di kolong jagad, FIFA World Cup 2010 di Afrika Selatan. Tiga tim eropa mendominasi babak puncak Piala Dunia 2010 dan hanya menyisakan satu tempat bagi tim asal Amerika Latin, mereka adalah Belanda, Jerman, Spanyol, dan Uruguay. Tim matador Spanyol, akhirnya keluar sebagai Juara Dunia setelah mengalahkan impian Belanda di partai final dalam laga sengit yang berakhir dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan Spanyol dicetak gelandang cerdas milik El Azulgrana, Andres Iniesta.

Dari pemaparan singkat mengenai jalannya musim kompetisi 2009-2010 mulai dari level domestik hingga level dunia, ada beberapa nama yang keluar sebagai pahlawan timnya masing-masing. Mereka adalah Andres Iniesta(Spanyol), Wesley Sneijder(Belanda), Lionel Messi(Barcelona), Wayne Rooney(Manchester Utd), Didier Drogba(Chelsea), dan Diego Milito(Inter Milan). Nama terakhir bahkan mengoleksi trofi paling banyak yakni Liga Champions, Serie A, dan Coppa Italia.

Prediksi saya sebelum nama peraih FIFA Ballon D’or diumumkan adalah Diego Milito. Mengingat beberapa musim sebelumnya prediksi saya tidak pernah meleset, yakni Lionel Messi(2009), CR7(2008), Kaka’(2007) dan Ronaldinho(2005) hanya pada musim 2006 saja prediksi saya meleset. Dasar berpikir saya cukup kuat menempatkan Diego Milito sebagai calon peraih Ballon D’or 2010, yaitu mengantar Inter Milan juara Liga Champions sekaligus treble winner. Sebagai penguat asumsi saya itu, para pemenang penghargaan tersebut juga meraih gelar yang sama saat merebut gelar Ballon D ‘or. Ricardo Kaka’ meraih Ballon D’or setelah membawa AC Milan juara UCL 2007 dan Piala Dunia Antar Klub. Begitu juga Cristiano Ronaldo, sukses mengantar MU menjadi jawara Eropa 2007-2008 sementara Messi membuat dinasti baru Barcelona bersama Pep Guardiola di musim 2008-2009.

Lalu mengapa pada musim 2010 semuanya menjadi tidak biasa ? Messi yang hanya memenangkan satu trofi bersama Barcelona dan itu pun hanya dalam kancah domestik justru menjadi peraih Ballon D’or 2010. Pertanyaannya, Pantaskah ?

Minggu, 01 April 2012

Lagi, Wasit Rugikan AC Milan

Duo bintang AC Milan Maxi Lopez dan Alberto Aquilani mengeluarkan pendapat yang sama terkait hasil imbang 1-1 yang diraih Rossoneri di kandang Catania pada lanjutan Serie A Italia, (1/4) dinihari WIB.

Kedua pemain itu mengkritisi kinerja wasit Bergonzi karena tidak mengesahkan gol yang cetak Robinho di babak kedua. Lopez dan Aquilani mengklaim bola olahan Robinho telah melewati garis gawang.

"Kami tahu pertandingan melawan Catania akan berjalan ketat," buka Aquilani pada Sky Sports.

"Tetapi untuk kali kedua musim ini keputusan wasit sangat merugikan tim, saya harap tidak akan terulang lagi."

Komentar Aquilani diamini oleh rekan satu timnya, Maxi Lopez.

"Saya telah mencoba mencari celah untuk mencetak gol, tetapi saya memasuki lapangan saat pertandingan akan berakhir. Satu poin memang bukan hasil terbaik, tetapi tim harus menatap pertandingan di depan." kata Lopez.

"Gol Robinho? Untuk kali kedua wasit gagal mengesahkan gol kami. Milan gagal menambah jarak dengan Juventus, perburusan Scudetto kembali memanas."

Lopez kemudian ditanya perasaannya karena harus menghadapi klub yang pernah dibelanya.

"Catania? Selalu menyenangkan bisa kembali ke sini dan bermain di sebuah partai seru. Mencetak gol di Camp Nou? Semoga saja, Milan akan bersikap tepat sebelum bertanding di sana." tegasnya.

Maxi Lopez Ingin Kontrak Permanen

Maxi Lopez yang dipinjam AC Milan dari Catania berharap dirinya akan dipermanenkan oleh pemuncak klasemen Seri A tersebut.

Meski hanya tampil tujuh kali untuk AC Milan dan mencetak dua gol, Lopez berharap Rossoneri akan menggunakan opsi beli yang mereka punya pada akhir musim.

"AC Milan sangat puas dengan penampilan Maxi Lopez setelah dia mencetak gol penting untuk klub itu," ujar agen Lopez, Andrea D'Amico kepada Radio Sportiva.

"Kembali ke Catania? Itu sangat mungkin karena dia memang pemain Catania. Namun, AC Milan memiliki opsi beli dan Maxi tengah berusaha keras untuk meyakinkan Direktur AC Milan untuk mempermanenkan dirinya pada musim depan," pungkas D'Amico.

Milan Tertahan Di Angelo Massimino

AC Milan gagal memetik poin penuh dari lawatannya ke kandang Catania. Sempat unggul lebih dulu, Rossoneri akhirnya harus pulang dengan hasil imbang 1-1.

Bertandang ke Stadion Angelo Massimino, Sabtu (31/3) malam WIB, Milan unggul lebih dulu di menit 34 lewat sepakan Robinho. Namun Nicolas Spolli membawa tuan rumah menyamakan kedudukan di babak kedua.

Hasil imbang ini masih belum menggoyahkan Milan dari puncak klasemen. Tim besutan Massimiliano Allegri itu kini mengoleksi 64 poin dan unggul lima poin dari Juventus yang baru akan bertanding Senin (2/4/2012) dinihari WIB.

Tambahan satu angka juga belum mengubah posisi Catania. Gli Elefanti duduk di posisi tujuh dengan jumlah poin 43.

Jalannya Pertandingan

Urby Emanuelson membuka peluang bagi Milan di menit kedelapan. Tapi sepakannya usai menerima umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic tepat mengarah ke Juan Pablo Carrizo.

Sepuluh menit kemudian Ibra mendapat peluang emas. Menerima bola lambung Massimo Ambrosini, Ibra melepaskan sepakan yang masih mampu dihalau oleh Carrizo.

Catania nyaris membuka keunggulan di menit 21. Menyambut umpan Marco Motta, Gonzalo Bergessio menyundul bola di depan gawang Christian Abbiati. Namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.

Gol!! Robinho memberi keunggulan bagi Milan di menit 34. Robinho mengirim bola pada Ibra. Lewat sebuah gerakan yang cepat, Robinho kembali mengambil bola sodoran Ibra dan kemudian melepaskan tembakan yang merobek gawang Carrizo.

Gomez!! Tembakan kerasnya dari luar kotak penalti masih menerpa mistar gawang Abbiati.

Memasuki babak kedua, Catania langsung mengambil inisiatif serangan. Baru dua menit laga berjalan, Gomez menjebol gawang Abbiati. Namun gol Catania itu dianulir oleh wasit.

Hakim garis sudah lebih dulu mengangkat bendera. Gomez sudah terperangkap offside sebelum menerima umpan dari Bergessio.

Catania terus menekan untuk mencari gol penyeimbang. Di menit 51, Catania mendapat tendangan bebas. Tapi eksekusi Bergessio masih melebar.

Empat menit kemudian giliran Francesco Lodi yang memberi ancaman untuk Milan. Namun sepakan jarak jauhnya belum menemui sasaran.

Catania akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 57. Berawal dari sebuah sepak pojok, kemelut di depan gawang Abbiati mampu dimaksimalkan oleh Nicolas Spolli. Catania 1 - Milan 1.

Kontroversi kembali terjadi di menit 64. Robinho yang membawa bola ke dalam kotak penalti sudah mampu melewati Carrizo. Namun bola tembakannya masih mampu dihalau oleh Giovanni Marchese. Kubu Milan mengklaim bola sudah melewati garis gawang sebelum berhasil diamankan oleh Marchese.

Carrizo melakukan penyelamatan gemilang di menit 77. Sundulan keras Philippe Mexes menyambut sepak pojok mampu dihalau oleh Carrizo. Carrizo kemudian mengamankan bola sebelum jatuh ke kaki pemain Milan.

Sebuah serangan balik Milan di menit 80 mengancam gawang Catania. Tapi sepakan Ibra masih melebar di sisi kiri gawang Carrizo.

Peluang kembali dihadirkan oleh Ibra di ujung babak kedua. Tapi bola tembakannya masih mampu dihalau oleh Carrizo.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor imbang 1-1 tetap tak berubah. Milan harus puas pulang membawa 1 poin.

Kamis, 29 Maret 2012

Seedorf: Barca Pun Punya Titik Lemah

Gelandang veteran Clarence Seedorf optimis AC Milan bisa melaju melewati hadangan Barcelona di Liga Champions karena ia merasa sang juara bertahan pun pasti punya titik lemah yang bisa mereka manfaatkan.

Rossoneri mampu menahan imbang raksasa Catalan itu tanpa gol pada leg pertama babak perempat final dini hari tadi WIB di San Siro, artinya hasil imbang dengan gol di leg kedua sudah cukup untuk membawa Milan lolos ke semifinal. Dan Seedorf merasa optimis mereka bisa meraih hasil positif di Camp Nou pekan depan.

"Hasil ini memberi kami kemungkinan untuk lolos ke babak berikutnya. Mereka harus bermain untuk menang, sementara kami harus menuai dua dari tiga hasil (seri atau menang)," ujar pemain asal Belanda tersebut.

"Setiap tim punya titik lemah dan kami jelas bisa membawa pulang hasil imbang. Tim Italia tahu bagaimana caranya bertahan, sementara malam ini kami menggonta-ganti momen di mana kami bisa menyerang dan pemain lainnya bertahan."

Kendati optimis lolos, Seedorf enggan menyamakan posisi mereka saat ini dengan sang seteru, Inter Milan yang sukses menyingkirkan Barca di semifinal musim 2010 lalu.

"Saya yakin kami bisa lolos dan saya menghormati Barcelona. Akankah kami seperti Inter-nya Jose Mourinho? Jauh sebelum Mou menangani Inter, Milan sudah sampai ke level itu lebih dulu," pungkas Seedorf.

Ditahan Milan, Guardiola Keluhkan Lapangan San Siro

Pelatih Barcelona, Pep Guardiola mengeluhkan kondisi lapangan San Siro sebagai salah satu alasan anak asuhnya tak bermain maksimal dan harus puas menerima hasil imbang tanpa gol kontra AC Milan.

Blaugrana gagal menerobos ketatnya pertahanan tuan rumah dalam laga leg pertama perempat final Liga Champions, dan Guardiola mengikuti jejak manajer Arsenal, Arsene Wenger, yang sebelumnya sudah menyesalkan buruknya kondisi lapangan San Siro pada babak 16 besar.

"Milan harusnya mengambil beberapa tindakan," terang mantan kapten Barca itu.

"Kami bermain di mana kami diperintahkan untuk bermain, namun saya tak merasa jika Inter dan Milan menginginkan lapangan dengan kondisi macam ini."

"Ini buruk untuk sebuah tontonan, namun seorang jawara harus mengatasi semau kesulitan. Kami sudah sering melakukannya, meski orang-orang mengatakan sebaliknya."

Dan komentar Guardiola tersebut rupanya didengar oleh wakil presiden Milan, Adriano Galliani yang menjanjikan perubahan lapangan San Siro sesegera mungkin.

"Kami harus mengubah lapangan, memasang permukaan buatan dengan basis sintetis dan rumput alami di atasnya," terang Galliani.

"Kami harap bisa mencapai kesepakatan dengan Inter, karena kami sudah menerapkannya di kamp latihan Milanello. Akhir musim nanti, jika kami sepakat, maka itu bisa dipasang dalam dua bulan. Saya akan bekerja keras agar lapangan baru ini terwujud."

Senin, 26 Maret 2012

Conte: Scudetto ? Ada Di Tangan Milan

Setelah wasit meniup peluit akhir, mata Antonio Conte terlihat berair dan menetes di pipinya. Conte jelas bahagia melihat pasukannya memenangi Derby d'Italia. Tapi, kemenangan atas Inter rupanya memiliki arti lebih bagi Conte. Sesuatu yang membuatnya menangis.

"Kami ingin memberi fans momen kebahagiaan pada derby. Bibi saya meninggal baru-baru ini. Beliau sudah seperti ibu bagi saya," ujar Conte.

"Kami harus memenangi laga ini. Kami harus memberi sesuatu yang membahagiakan suporter," kata Conte lagi.

Tentang kemenangan timnya, Conte mengaku terkejut dengan performa yang ditampilkan Inter. "Jujur, saya tidak bisa mengerti mengapa bisa berada begitu rendah di klasemen. Mereka penuh dengan pemain juara dan akan mudah mengalahkan siapa saja."

Dengan kemenangan 2-0 atas Inter, Juventus berhasil menjaga jarak empat poin dengan AC Milan yang duduk di puncak klasemen Serie A.

"Seberapa besar kami percaya bisa meraih Scudetto? Itu ada di tangan Milan. Hingga saat ini, Milan adalah tim terkuat di Italia," ujar Conte.

Minggu, 25 Maret 2012

"Hadapi Barca, Tak Ada Ruang untuk Error"

Kapten tim AC Milan Massimo Ambrosini mewanti-wanti rekan setimnya untuk tampil fokus dan disiplin jika ingin meraih hasil positif saat meladeni perlawanan Barca. Menurutnya, satu kesalahan kecil bisa menjadi petaka bagi I Rossoneri.

Milan tampil cukup baik saat menang 2-1 melawan AS Roma, dini hari tadi. Namun, Ambrosini menilai timnya masih kerap melakukan error. Salah satu bukti konkretnya adalah gol Pablo Osvaldo di babak pertama, sebelum Ibra memborong dua gol di babak kedua untuk membalikkan keadaan.

Nah, hal inilah yang diyakini Ambrosini bakal memberikan petaka bagi Milan saat menjamu Barca pada leg pertama babak perempat final di San Siro, Kamis (29/3/2012) dini hari nanti.

“Kami harus berhenti berpikir bahwa masih ada ruang untuk melakukan kesalahan. Karena, hal itu secara tak sadar akan membuat kami berpikir mampu melakukannya. Padahal sebaliknya, yang terjadi justru sebaliknya,” tutur Ambrosini dikutip Football-Italia, Minggu (25/3/2012).

“Barcelona merupakan tim terkuat di dunia. Kita tidak butuh seorang pesulap untuk memberitahukan itu. Jadi, laga melawan mereka akan sangat penting dan sulit buat kami. Tapi, laga ini juga bisa membuat kami sangat termotivasi,” sambungnya.

“Barca punya banyak sekali senjata. Untuk itu, kami semua harus bersatu dan bekerja sama untuk membatasi ruang gerak mereka, sebab mustahil hanya dengan seorang pemain kita bisa menghentikan mereka,” imbuhnya.

Jelang laga super-krusial ini, Milan justru harus menghadapi kenyataan salah satu bek andalannya, Thiago Silva tidak bisa bermain. Silva hampir pasti bakal absen karena mengalami cedera paha saat lawan Roma. “Itu jelas pukulan telak buat kami,” pungkas Ambro mengomentari bakal absennya bek internasional Brasil tersebut.

Guardiola Khawatirkan Ancaman AC Milan

Pelatih Barcelona Pep Guardiola sama sekali tak memandang kekuatan AC Milan sebelah mata. Menurutnya, Rossoneri memiliki segudang pengalaman di kancah Eropa.

Kedua tim akan bersua di perempat-final Liga Champions setelah hasil undian mempersatukan mereka. Di babak grup sejatinya Milan dan Barca sudah pernah bertemu, di jumpa pertama pasukan Max Allegri bisa menahan Los Blaugrana 2-2, tetapi di pertemuan kedua Zlatan Ibrahimovic cs kalah 2-3.

"Kami sudah siap bermain melawan Milan dua kali dalam setahun, namun saya masih akan merekam pertandingan kontra Roma untuk menganalisa mereka," ujar pelatih asal Spanyol itu.

Pep Guardiola menggarisbawahi skema serangan balik AC Milan yang disebutnya mematikan. "Milan adalah tim dengan pengalaman yang besar, terfokus pada pertahanan dan juga amat berbahaya dalam skema serangan balik."

Pep menambahkan, fokus timnya saat ini adalah bagaimana cara meladeni Milan di perempat final Liga Champions ketimbang mengejar Madrid di klasemen La Liga. "Sangatlah mustahil membagi konsentrasi kami pada dua tim kuat di dunia. Kami memang tertinggal dari Madrid di liga, tapi kami harus mempertimbangkan peluang kami di Liga Champions", ujar Guardiola.

"Anda tidak bisa mendiskreditkan tim kuat seperti Milan," tandas Guardiola, mewanti-wanti anak didiknya untuk kosentrasi menghadapi raksasa Italia itu.

Dua Gol Ibra Menangkan Milan

AC Milan memantapkan posisinya sebagai penghuni puncak klasemen Liga Serie A  Italia usai meraih kemenangan atas tim ibu kota, AS Roma dalam lanjutan Serie A, Minggu (25/3) dinihari. Milan menang dengan skor 2-1, sekaligus  melebarkan jarak dengan Juventus yang terus menguntit di posisi kedua.

Bermain di Stadion San Siro, Milan langsung menguasai jalannya pertandingan. Menit ke 10, striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic, mengancam jala tim tamu lewat tendangan bebas dari luar kotak dua belas pas. Namun sayang tendangan pemilik rambut berkuncir ini masih dapat ditepis dengan gemilang oleh kiper Maarten Stekelenburg.

Peluang manis berikutnya diperoleh Ibrahimovic di menit ke 34. Namun sayang sundulan bola Ibra yang memanfaatkan striker belia Italia, Stephan El Shaarawy, masih terlalu lemah dan dengan mudah ditangkap kiper Stekelenburg.

Tujuh menit kemudian, El Shaarawy hampir saja membuat para Milanisti bersorak. Namun sayang tendangannya masih membentur tiang gawang.

Asik menyerang justru tim tamu mampu membuat pendukung tuan rumah terdiam. Menit ke 44, Pablo Osvaldo dengan sempurna membelokkan umpan Daniele De Rossi dari luar kotak penalti. Bola mendarat sempurna di jala Milan tanpa bisa dihalau Christian Abiati.

Memasuki babak kedua, tuan rumah yang tertinggal satu poin berusaha membalas. Serangan terpadu yang dibangun anak-anak asuh Max Allegri terlihat di tiga menit setelah peluit babak kedua ditiup. Namun sayang tembakan El Shaarawy dari luar kotak penalti masih mampu dibaca kiper Roma.

Gol yang telah ditunggu publik tuan rumah itupun akhirnya tiba pada menit ke 53.  Berawal dari kesalahan pemain Roma, De Rossi yang terlihat menyentuh bola di kotak terlarang, wasit menunjuk titik putih.

Ibrahimovic yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjaringkan bola. Stadion bergemuruh kedudukan imbang menjadi 1-1.

Milan semakin mengencangkan serangan. Menit ke-71, Ibrahimovic hampir saja membuat tim nya unggul. Namun Stekelenburg masih terlalu tangguh untuk ditaklukkan.  Beberapa menit kemudian, giliran gelandang Sulley Ali  Muntari  mengancam jala Roma, namun sial bola lambung tersebut masih terganjal mistar gawang.

Ibra akhirnya memastikan kemenangan untuk timnya di menit ke 83. Lolos dari jebakan off side, Ibra berhasil memanfaatkan umpan Philippe Mexes sebelum menjebol gawang Stekelenburg untuk kali kedua. Stadion kembali bergemuruh  setelah tuan rumah unggul 2-1. Gol ini bertahan hingga wasit Mazzoleni‎ meniup peluit panjang.

Rabu, 21 Maret 2012

Playmaker Lyon Jadi Rebutan Milan dan Lazio

Playmaker Olympique Lyon, Ederson Honorato Campos menjadi rebutan dua raksasa Liga Italia Serie-A, AC Milan dan Lazio. Kedua tim dikabarkan kepincut memakai jasa pemain asal Brazil tersebut dan ingin memboyongnya pada musim panas mendatang.

Football Italia mengabarkan, Direktur Olahraga I Rossoneri, Ariedo Braida telah mengadakan pembicaraan dengan agen sang pemain, Antonio Caliendo. Status bebas transfer yang dikantongi Ederson membuat transfer Ederson ke San Siro kemungkinan akan terwujud.

Milan memang tengah meremajakan skuatnya. Apalagi beberapa gelandang Milan sudah memasuki masa uzur, seperti Mark van Bommel, Massimo Ambrosini, Gennaro Gattuso dan Clarence Seedorf. Kedatangan Ederson yang baru berusia 26 tahun diharapkan bisa memberikan suntikan tenaga bagi tim asuhan Massimiliano Allegri itu.

Gelandang Timnas Brazil itu diboyong Lyon dari Nice pada musim panas 2008 lalu. Bersama Les Gones --julukan Lyon-- Ederson sudan mencetak 10 gol dari 101 laga.

Van Basten: Ibra Akan Repotkan Barca

Legenda AC Milan, Marco van Basten, mengaku yakin Zlatan Ibrahimovic akan menjadi sumber masalah bagi Barcelona saat kedua tim bertemu pada babak perempat final Liga Champions.

Milan akan lebih dulu menjamu Barca di leg pertama pada 28 Maret nanti. Kemudian, pada 3 April, giliran Milan yang bertandang ke Barca. Ibra untuk pertama kalinya akan kembali ke Camp Nou semenjak meninggalkan Barca pada 2010 lalu.

Meski Ibra untuk sementara menjadi pencetak gol terbanyak di Serie-A dengan mengoleksi 19 gol, sejumlah kalangan meragukan Ibra bisa berkontribusi penting di Liga Champions.

"Jika Anda bisa mencetak banyak gol di Italia, Anda juga bisa melakukan hal yang sama di Liga Champions. Kualitas yang dimiliki Ibra akan membuat perbedaan," jelas Van Basten.
Dalam kesempatan itu, Van Basten juga memuji bintang Barcelona, Lionel Messi. "Messi adalah pemain terbaik dunia. Jika sukses memenangkan Piala Dunia, dia akan menjadi pemain terbaik sepanjang masa," beber Van Basten.

Allegri: Pemain Milan Kelelahan

Pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mengaku para pemainnya sudah terlampau kelelahan hingga tidak bisa berbuat apa-apa lagi pada babak perpanjangan waktu melawan Juventus.

Milan akhirnya bermain imbang 2-2 di semifinal kedua Coppa Italia dan gagal melangkah ke partai final karena kalah agregat 3-4. Padahal, Rossoneri sempat unggul 2-1 di waktu normal.

Gol-gol Djamel Mesbah (51’) dan Maxi Lopez (81’) di babak kedua mampu membalikkan ketinggalan di babak pertama dari gol Alessandro Del Piero (28’). Agregat pun menjadi 3-3 dan laga terpaksa dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Namun, di babak tambahan ini, bensin para pemain Rossoneri ternyata sudah habis. Mirko Vucinic pun menghukum mereka dengan gol fantastis di menit ke-96. Sekalipun memiliki waktu selama 24 menit, tapi Milan gagal menciptakan satu pun peluang mencetak gol.

“Babak perpanjangan waktu sungguh memberatkan kami dan saya memainkan pemain yang jarang bermain,” kata Allegri seperti dikutip dari Football-Italia, Rabu (21/3/2012).

“Sungguh menyedihkan karena para pemain tak bisa berbuat apa-apa lagi. Di perpanjangan waktu kami tidak mampu lagi melakukan pressure dan Mirko Vucinic akhirnya mencetak gol fantastis,” aku Allegri.

“Dia ditarik karena masalah punggung. Maxi Lopez bermain sangat bagus dan layak mendapatkan gol tersebut,” sebut pelatih berusia 44 tahun ini.

Imbangi Milan, Juve Ke Final

Setelah sempat tertinggal 1-2, Juventus berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 dengan AC Milan pada leg kedua semifinal Coppa Italia di Juventus Stadium, Selasa (20/3/2012). Namun, hasil ini sudah cukup bagi Juve mengantongi tiket final karena pada leg pertama menang 2-1.

Tampil sebagai tuan rumah, Juve sebetulnya sempat dibuat kerepotan. Milan yang berambisi membalas kekalahan 1-2 pada leg pertama berusaha mengendalikan permainan semenjak menit-menit awal. Zlatan Ibrahimovic menjadi tumpuan "I Rossoneri" dalam menembus pertahanan Juve yang digalang Giorgio Chiellini dan kawan-kawan.

Milan memiliki peluang emas lewat aksi Ibra pada menit ke-20. Memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Lichtsteiner, Ibra langsung melepaskan tembakan keras. Namun, kiper Juve, Storari, berhasil mementahkan tembakan penyerang asal Swedia tersebut.

Belum sempat menciptakan peluang selanjutnya, Milan malah kebobolan oleh Alessandro Del Piero pada menit ke-28. Gol berawal dari umpan Lichtsteiner dari sisi kiri pertahanan Milan. Lepas dari kawalan lawan, Del Piero langsung menyongsong bola dan gol.

Milan berusaha sekuat tenaga untuk mencetak gol balasan. Namun sayang, usaha Clarence Seedorf dan kawan-kawan belum membuahkan hasil hingga turun minum.

Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, harus menarik Ibra pada babak kedua. Ibra memang dalam kondisi yang tidak fit karena terserang flu menjelang pertandingan ini. Sebagai pengganti Ibra, Allegri memilih memainkan Maxi Lopez.

Milan pun akhirnya berhasil mencetak gol balasan lewat aksi Djamel Mesbah saat laga baru bergulir selama lima menit. Gol berawal dari kejelian Philippe Mexes dalam melepaskan umpan jarak jauh ke dalam kotak penalti. Saat bersamaan, Mesbah berlari merangsek ke dalam kotak penalti dan kemudian menyambut umpan tersebut dengan tandukan keras yang gagal diantisipasi Storari.

Gol tersebut sedikit memulihkan kepercayaan Milan. Setelah beberapa peluang selalu kandas, Milan mampu berbalik unggul 2-1 berkat gol yang diciptakan Maxi Lopez pada menit ke-80. Maxi menciptakan gol dengan luar biasa. Pemain asal Argentina tersebut berhasil mengecoh dua pemain lawan, sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung Storari.

Peluang Milan lolos ke babak final semakin berat. Juve mampu menyamakan kedudukan 2-2 berkat gol yang diciptakan Vucinic pada menit ke-96. Marco Amelia tak kuasa membendung tembakan keras yang dilepaskan Vucinic setelah memanfaatkan umpan Pirlo. Milan berusaha memanfatkan waktu yang tersisa untuk mencetak gol, tetapi gagal.

Minggu, 18 Maret 2012

Bungkam Parma 2-0, Milan Kokoh di Puncak

AC Milan memantapkan posisinya di puncak klasemen, setelah berhasil mengalahkan Parma 2-0 dalam lanjutan Liga Serie-A di Stadion Ennio Tardini, Sabtu atau Minggu (18/3/2012) dini hari WIB. Dua gol tim tamu dicetak Zlatan Ibrahimovic dan Urby Emanuelson. Dengan kemenangan ini Milan mengumpulkan 60 poin.

Bermain sebagai tuan rumah, Parma begitu percaya diri pada menit-menit awal. Bahkan, tim asuhan Roberto Donadoni itu hampir membuka keunggulan melalui penyerang Sebastian Giovinco pada menit ke-10. Sayang, tendangannya yang memanfaatkan blunder  kiper Christian Abiatti masih melebar.

Satu menit berselang, giliran Jamie Valdes yang mengancam. Setelah berhasil melewati beberapa pemain belakang Milan, Valdes kemudian melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, tendangannya masih melebar ke sisi kiri gawang Milan.

Terus ditekan, Milan tidak tinggal diam. Bahkan, mereka mampu unggul lebih dulu setelah wasit memberi hadiah penalti pada menit ke-17, karena Cristian Zaccardo melakukan handsball di kotak terlarang. Zlatan Ibrahimovic yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Setelah gol itu, Milan mengambil alih permainan. Tiga menit berselang, Ibrahimovic kembali mendapat kesempatan emas menambah keunggulan melalui tendangan bebas. Sayang, kiper Antonio Mirante mampu membuat penyelamatan gemilang saat memblok tendangan terarahnya ke sisi kanan gawang.

Memasuki menit akhir babak pertama, Milan terus berupaya menambah keunggulannya. Berkali-kali Ibrahimovic, Stephan El Shaarawy, dan Antonio Nocerino mengancam pertahanan lawan. Sedangkan, Parma lebih mengandalkan serangan balik dari pergerakan cepat Giovinco dan Sergio Floccari.

Parma mendapat peluang emas lima menit sebelum babak pertama berakhir setelah bek Thiago Silva hampir membuat gol bunuh diri. Bermaksud mengantisipasi serangan Parma, bola sundulan Thiago justru mengenai tiang gawang sendiri.

Selepas turun minum, Milan tak mengendurkan serangan. Pada menit ke-51, Ibrahimovic kembali mendapat peluang emas. Menerima umpan Massimo Ambrosini, pemain asal Swedia itu melepaskan tendangan keras. Namun, kiper Antonio Mirante berhasil menghalau bola tendangan tersebut.

Empat menit berselang, Urby Emanuelson akhirnya mampu menambah keunggulan Milan menjadi 2-0. Berawal dari aksi individu dari lapangan tengah, pemain berusia 26 tahun itu mampu mengecoh bek dan kiper Mirante sebelum menendang bola masuk ke gawang.

Ketinggalan dua gol, Parma berusaha keluar tekanan.  Francesco Valiani mendapat peluang pada menit ke-76. Namun, tendangan kerasnya dari sisi kiri kotak penalti memanfaatkan umpan Jonathan Ludovic masih mampu dimentahkan kiper Abiatti. Memasuki menit akhir, Milan lebih banyak bermain bertahan. Hal itu dimanfaatkan Parma untuk menciptakan sejumlah peluang. Akan tetapi, barisan pertahanan Milan tampil cukup baik. Skor 2-0 untuk kemenangan Milan pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.